Forgot Password Register

Kasus Habib Rizieq Dihentikan, Gerindra Sebut Jokowi Akui Kriminalisasi Ulama

Kasus Habib Rizieq Dihentikan, Gerindra Sebut Jokowi Akui Kriminalisasi Ulama Habib Rizieq Shihab (Foto: Reuters/Darren Whiteside)

Pantau.com - Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyouno menyebut penghentian kasus Habib Rizieq Shihab terkait penodaan Pancasila oleh Polda Jawa Barat dinilai sebagai bentuk pengakuan Presiden Joko Widodo telah melakukan kriminalisasi ulama.

"Bagus dong (kasus Rizieq dihentikan), berarti Jokowi mengakui melakukan kriminalisasi terhadap Habib Rizieq, makanya habib Rizieq kabur ke Arab," ujar Arief kepada awak media, di Menteng, Jakarta Pudat, Minggu (6/5/2018).

Arief mengatakan penghentian kasus Rizieq sudah sepatutnya terjadi berdasarkan hukum yang berlaku. Tidak hanya penodaan pancasila, penutupan kasus juga harus semua dilakukan terhadap kasus Rizieq dan para ulama lainnya, yang masih berlabel tersangka.

"Itu sudah sesuai hukum, tidak ada bukti habib Rizieq bersalah. Ini kan hasil pertemuan alumni 212 dengan Jokowi yang meminta tidak ada kriminalisasi terhadap ulama," paparnya.

Baca juga: Polda Jabar Hentikan Kasus Habib Rizieq, Bagaimana dengan 'BaladaCintaRizieq'?

Lebih jauh, kata Arief partainya sama sekali tidak merasa terancam jika Jokowi ingin mengambil hati alumni 212 dengan menghentikan kasus Rizieq. Arief meyakini jika alumni 212 tetap berada di kubu Prabowo Subianto.

"Kalau Jokowi minta dukungan 212 ya monggo, tapi saya percaya hati 212 hanya ada Prabowo tidak ada Jokowi," tutur dia.

Terlebih dengan menderitanya rakyat lantaran harga bahan pokok yang tinggi pada masa pemerintahan Jokowi, alumni 212 menurutnya tak akan memilih Jokowi. 

"Masyarakat lebih rasional (untuk tidak memilih Jokowi), pengangguran banyak, harga beras mahal, kalau harga beras Rp5 ribu seliter bisa kepilih lagi, di tapi kan enggak mungkin," tutupnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More