Forgot Password Register

Polisi Beberkan Alasan Ramyadjie Simpan Mesin ATM di Apartemen

Polisi Beberkan Alasan Ramyadjie Simpan Mesin ATM di Apartemen Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (Foto:Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Ramyadjie Priambodo, tersangka kasus pembobolan ATM dengan modus skimming hingga saat ini masih diperiksa secara intensif. Sebab dalam penangkapan polisi menemukan mesin ATM dari lokasi penangkapan di salah satu unit apartemen di kawasan Jakarta Selatan.

Belakangan, mesin ATM itu diketahui digunakan oleh Ramyadjie Priambodo untuk mencari kelemahan agar modus dari tindak kejahatannya berjalan mulus.

"Untuk mengetahui kelemahan mesin ATM," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (19/3/2019).

Baca juga: Polisi Segera Rampungkan Berkas Perkara Kasus Skimming Ramyadjie

Selain itu, terkait asal-usul mesin ATM itu, Argo menyebut bahwa tersangka memperolehnya dari seorang rekan. Namun mengenai identitas si pemberi mesin itu hingga saat ini belum diketahui.

"Dari pemeriksaan hingga saat ini yang bersangkutan (Ramyadjie Priambodo) belum mau menyebutkan (identitas pemberi mesin)," cetus Argo.

Diberitakan sebelumnya,melakukan penangkapan terhadap seorang terduga pelaku skimming bank berinisial RP.  Penangkapan itu dilakukan setelah penyidik menerima laporan tertanggal 11 Februari 2019.

"Tersangka (RP) ditangkap di bilangan Jalan Jenderal Sudirman, Jaksel pada tanggal 26 Februari 2019," ujar Argo saat dikonfirmasi wartawan, Minggu, 17 Maret 2019.

Baca juga: Polisi Sebut Ramyadjie Menyamar Jadi Wanita Saat Bobol ATM

Namun, Argo mengaku tak mengenal dengan latar belakang Ramyadjie. Menurutnya, penangkapan tersebut berdasarkan laporan salah satu bank yang menjadi korban dalam kasus pencurian uang lewat modus skimming tersebut.

"Polisi memang menangani kasus dugaan pencurian dan atau mengakses sistem milik orang lain atau salah satu bank swasta, sesuai dengan laporan polisi tanggal 11 Februari 2019," jelasnya.

Dalam penangkapan ini, polisi turut menyita sejumlah bukti di antaranya yakni beberapa kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), laptop, masker dan peralatan skimming. "Kerugian 300 juta," terang Argo.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More