Pantau Flash
Ade Yasin Bakal Batasi Kendaraan di Jalur Pucak saat Libur Panjang Nanti
Duh, Kepulauan Riau Kekurangan Ventilator untuk Pasien COVID-19
Bamsoet Apresiasi Penetapan Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung
Kasus Baru COVID-19 Per 24 Oktober Bertambah 4.070, Total 385.980
Sertifikasi Halal bagi Pelaku UMKM Tidak Dipungut Biaya Alias Gratis

Bank Wakaf Mikro Salurkan Pembiayaan Rp48,08 Miliar

Bank Wakaf Mikro Salurkan Pembiayaan Rp48,08 Miliar Tangkapan layar Advisor Bidang Perluasan Market Akses Sektor Jasa Keuangan OJK Achmad Buchori dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu (9/9/2020). (ANTARA/Dewa Wiguna)

Pantau.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Bank Wakaf Mikro menyalurkan pembiayaan kumulatif mencapai Rp48,08 miliar kepada 34,3 ribu nasabah yang merupakan pelaku usaha mikro dan super mikro di sekitar kawasan pondok pesantren hingga 9 September 2020.

“Bank Wakaf Mikro ini fokus ke pembiayaan, tidak mencari dana pihak ketiga. Karakteristiknya non deposit taking, tidak ambil dana masyarakat,” kata Advisor Bidang Perluasan Market Akses OJK Achmad Buchori dalam diskusi daring di Jakarta.

Berdasarkan data terkini yang dikumpulkan melalui aplikasi Bank Wakaf Mikro (BWM), jumlah penyaluran pembiayaan itu ada peningkatan dibandingkan realisasi kumulatif keseluruhan tahun 2019 yang mencapai Rp37,45 miliar kepada 28 ribu nasabah.

Baca juga: Bersama OJK, Wapres Resmikan Bank Wakaf Mikro di Lombok Tengah

Hingga saat ini, sudah ada 56 BWM di 18 provinsi dari Aceh hingga Papua sejak lembaga keuangan mikro syariah ini diresmikan pada Oktober 2017. Sementara itu, pada masa pandemi COVID-19, lanjut dia, pinjaman bermasalah dari nasabah BWM masih tergolong rendah karena didukung peran pengelola dan pengurus pesantren.

Selain itu, skema tanggung renteng di antara para nasabah yang berada dalam satu kelompok yang saling mengenal juga mencegah pengembalian pinjaman macet. "Potensi macet itu ada tapi kami sudah mitiagasi,” imbuhnya.

OJK, kata dia, juga memberikan keringanan di tengah masa pandemi ini yakni dengan memperpanjang penyampaian laporan hingga November 2020 dan akan ditinjau kembali. Selain itu, lanjut dia, juga ada restrukturisasi pembayaran pinjaman yang dilakukan dengan kesepakatan sehingga pinjaman bermasalah dianggap lancar selama masa pandemi.

Baca juga: OJK Targetkan 100 Bank Wakaf Mikro Tahun Ini

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: