Pantau Flash
Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta Jadi Rujukan COVID-19
Wali Kota Bandung Minta Warga Waspadai Klaster Keluarga COVID-19
Kota Sukabumi Laporkan Kasus Kematian Pertama Akibat COVID-19
Kasus Baru Positif COVID-19 di Indonesia Hampir 5.000 per 25 September
Pembayaran Klaim Asuransi Terkait COVID-19 Capai Rp216 Miliar

OJK Yakin Kredit Bank di 2020 Tumbuh 4 Persen di Tengah Pandemi

OJK Yakin Kredit Bank di 2020 Tumbuh 4 Persen di Tengah Pandemi OJK. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih meyakini pertumbuhan kredit perbankan pada tahun ini dapat mencapai 3-4 persen di tengah tekanan pandemi COVID-19 yang meningkatkan risiko kredit dan mengurangi permintaan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Selasa, menjelaskan fungsi intermediasi perbankan akan terdorong oleh stimulus penjaminan dari pemerintah untuk korporasi dan juga penyimpanan dana pemerintah di perbankan yang dapat melancarkan likuiditas.

“Itu akan memberikan efek yang lebih tinggi, dan perbankan bisa merevisi business plan-nya, perkiraan kita di 3-4 persen (yoy), jadi kalau itu dilakukan akan lebih baik,” kata Wimboh.

Baca juga: Mantap Nih! Restrukturisasi Kredit Bakal Diperpanjang


Meskipun masih bertumbuh, proyeksi kinerja kredit perbankan tahun ini hanya separuh dari realisasi tahun lalu. Pada 2019 penyaluran kredit perbankan dapat tumbuh 6,08 persen dibandingkan 2018.

Wimboh mengatakan beberapa kebijakan akan mendorong pertumbuhan kredit perbankan di tengah pandemi COVID-19. Misalnya, kata dia, penempatan dana pemerintah pada bank BUMN dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan bunga rendah. Selain itu, kebijakan untuk penjaminan kredit kepada korporasi juga akan mengerek permintaan kredit.

Pemerintah telah menempatkan dana di empat bank BUMN sebesar Rp30 triliun. Wimboh meyakini dana pemerintah tersebut dapat digulirkan sebagai kredit hingga tiga kali lipat atau Rp90 triliun.

“Kemampuan bank BUMN untuk leverage (mengungkit) tiga kali lipat akan memberikan efek yang lebih tinggi, dan perbankan akan merevisi business plan-nya,” ujar dia.

Baca juga: OJK: Strategi Pemulihan Ekonomi Dorong Permintaan Domestik



Bahkan Wimboh meyakini pemulihan kinerja perbankan akan berlanjut di 2021. Pada tahun depan pertumbuhan kredit perbankan diperkirakan pulih ke tren normal dan melampaui realisasi pertumbuhan kredit di 2019 yang sebesar 6,08 persen.

"Kami yakin di 2021 pertumbuhannya akan lebih tinggi lagi,” ujar Wimboh.

Adapun hingga Juni 2020 kredit perbankan baru tumbuh 1,49 persen (year on year/yoy) atau lebih rendah dibandingkan Mei yaitu 3,04 persen (yoy).


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: