Pantau Flash
OJK Yakin Kredit Bank di 2020 Tumbuh 4 Persen di Tengah Pandemi
10 Tewas dan Ratusan Terluka Akibat Ledakan Dahsyat di Ibu Kota Lebanon
Ledakan Besar Guncang Beirut Lebanon, Banyak Korban Berjatuhan
Erick Thohir Pastikan Vaksin COVID-19 Produksi Bio Farma Halal
Padat Karya Tunai Desa Diyakini Serap 5,2 Juta Tenaga Kerja

Realisasi Pembebasan Bea Masuk dan Pajak Impor Rp1,5 Triliun

Realisasi Pembebasan Bea Masuk dan Pajak Impor Rp1,5 Triliun Suasana penandatanganan kesepakatan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dengan TNI AL. (ANTARA/HO-Humas Bea dan Cukai )

Pantau.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi pembebasan bea masuk dan pajak impor (PDRI) atas impor barang penanganan COVID-19 mencapai Rp1,5 triliun hingga 13 Juli 2020.

Direktur Fasilitas Kepabeanan DJBC Untung Basuki mengatakan pembebasan bea masuk dan pajak impor itu berasal dari impor alat kesehatan senilai Rp6,36 triliun dengan 2.903 surat keputusan menteri keuangan (SKMK) fasilitas pembebasan.

“Sampai 13 Juli 2020 skema fasilitas atas pembebasan bea masuk dan PDRI untuk impor barang penanganan COVID-19 ini total nilainya adalah Rp1,5 triliun,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Baca juga: Begini Strategi Bea Cukai Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Untung memerinci nilai pembebasan bea masuk Rp574,8 miliar, tidak dipungut pajak pertambahan nilai (PPN) Rp617,8 miliar, dan pengecualian pungutan PPh Pasal 22 impor sebesar Rp314,2 miliar.

Ia menyebutkan mayoritas pembebasan bea masuk dan pajak atas impor diberikan melalui skema dalam PMK Nomor 34/2020 jo 83/2020 yaitu pemberian fasilitas khusus impor alat kesehatan untuk penanganan pandemi COVID-19 Rp1,02 triliun.

Tak hanya itu, jika sesuai PMK 171/2019 yang fasilitasnya digunakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan layanan umum (BLU) memiliki nilai Rp337,1 miliar. Selanjutnya, fasilitas yang digunakan oleh yayasan atau organisasi sosial melalui skema dalam PMK 70/2012 yaitu pembebasan impor untuk barang kiriman atau hibah dari bea masuk bernilai Rp141,3 miliar.

Baca juga: Mantap! Bea Cukai Berikan Relaksasi Perusahaan Kawasan Berikat dan KITE

Sementara itu, Untung menyatakan permintaan impor untuk kebutuhan bahan baku alat medis masih tinggi hingga saat ini karena ketersediaan dalam negeri terbatas.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga DJBC Kemenkeu Syarif Hidayat mengatakan pihaknya menerima permohonan rekomendasi BNPB terkait dokumen impor alat kesehatan sebanyak 15 ribu permohonan yang 11 ribu di antaranya telah disetujui.

“Ada beberapa permohonan yang memang dikembalikan. Bukan tidak disetujui, tapi untuk perbaikan kelengkapan dokumennya,” tukasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: