Pantau Flash
Takaaki Nakagami Raih Pole Position MotoGP Teruel di Aragon
Ade Yasin Bakal Batasi Kendaraan di Jalur Pucak saat Libur Panjang Nanti
Duh, Kepulauan Riau Kekurangan Ventilator untuk Pasien COVID-19
Bamsoet Apresiasi Penetapan Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung
Kasus Baru COVID-19 Per 24 Oktober Bertambah 4.070, Total 385.980

Vaksin Ditemukan, Sektor Pariwisata Bisa Win Back 2021

Vaksin Ditemukan, Sektor Pariwisata Bisa Win Back 2021 wisatawan mengunjungi kawasan Pantai Kuta, Badung, Bali, Kamis (9/7/2020). (Foto: Antara/Fikri Yusuf)

Pantau.com - Pandemi COVID-19 berdampak begitu parah terhadap industri pariwisata, khususnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke berbagai negara.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), sektor penunjang pariwisata seperti transportasi pada kuartal II kemarin minus hingga 30 persen diikuti sektor akomodasi, makanan dan minuman yang terkontraksi hingga minus 22 persen.

Secara year-on-year (yoy), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Juli 2020 turun hingga 89,12 persen dibandingkan Juli 2019. Sementara tingkat okupansi hotel di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan dari 56,73 menjadi 28,07 persen selama periode Juli 2019 - Juli 2020 atau turun sebesar 28,66 poin.

Baca juga: Kemenparekraf Latih Milenial Kenalkan Pariwisata Berprotokol Kesehatan

Pengamat pemasaran dari Inventure, Yuswohady, mengatakan pemulihan sektor pariwisata akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Setidaknya sampai kabar vaksin diproduksi dan akan recovery total saat vaksin sudah terdistribusi massal baik di skala nasional maupun global.

"Dengan adanya vaksin nanti sentimen konsumen akan mulai bangkit dan confident untuk liburan," ujar Yuswohady di webinar Tourism Industry Outlook 2021, Jumat 25 September 2020.

Ia melanjutkan, kabar baik vaksin COVID-19 telah disampaikan Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa mulai Januari tahun depan vaksin segera diproduksi. Diperkirakan produksi massal vaksin pada bulan Maret 2021.

"Dengan sinyal ini ada optimisme di tahun 2021. Kita harapkan tahun depan sektor pariwisata bisa win back. Makanya harus kita siapkan agar terbiasa dalam era next normal," paparnya.

Baca juga: Demi Pulihkan Sektor Pariwisata, Pemerintah Gelontorkan Rp3,8 Triliun

Menurutnya, kabar baik ini secara bertahap akan berdampak pada pemulihan industri pariwisata terutama untuk destinasi lokal.

Meski begitu, peran pemerintah dalam menekan jumlah kasus positif pasien COVID-19 juga sangat diperlukan. Sebab, jika pasien positif terus bertambah, masyarakat juga tidak akan mau untuk berlibur.

"Kalau kita tidak serius menangani pandemi ini maka turis pun tidak akan berani datang ke Indonesia. Untuk itu perlu keseriusan dari pemerintah juga," pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: