Pantau Flash
OJK Yakin Kredit Bank di 2020 Tumbuh 4 Persen di Tengah Pandemi
10 Tewas dan Ratusan Terluka Akibat Ledakan Dahsyat di Ibu Kota Lebanon
Ledakan Besar Guncang Beirut Lebanon, Banyak Korban Berjatuhan
Erick Thohir Pastikan Vaksin COVID-19 Produksi Bio Farma Halal
Padat Karya Tunai Desa Diyakini Serap 5,2 Juta Tenaga Kerja

Doni Monardo Minta Bonek 'Hijaukan' Jawa Timur dari COVID-19

Doni Monardo Minta Bonek 'Hijaukan' Jawa Timur dari COVID-19 Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pusat Doni Monardo didampingi Presiden Persebaya Azrul Ananda beserta perwakilan elemen suporter Persebaya, Bonek, usai menggelar pertemuan di Surabaya, Kamis (16/7/2020). (Foto: Antara/Jonathan Yohvinno-Pe

Pantau.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pusat Doni Monardo meminta suporter Persebaya yang dikenal dengan julukan Bonek  "menghijaukan" atau membantu upaya menuju zona hijau Provinsi Jawa Timur dan Kota Surabaya dari virus korona jenis baru penyebab COVID-19.

"Jadikan Jatim dan Surabaya menjadi 'hijau'," katanya seperti dikutip dari laman resmi klub Persebaya, di Surabaya, Kamis (16/7/2020).

Pada masa pandemi COVID-19 saat ini, Provinsi Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya merupakan kawasan zona merah atau berisiko tinggi kasus penyebarannya virus korona.

Baca juga: Doni Monardo Apresiasi Papua Jalani Protokol COVID-19 dengan Kearifan Lokal

Doni Monardo yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), meminta elemen "Bonek Mania" membuat Jatim dan Surabaya menjadi zona hijau atau tidak berisiko dan tidak berdampak COVID-19.

Pada kesempatan yang digelar di salah satu hotel yang dilakukan dengan protokol kesehatan tersebut, ia juga berpesan kepada Bonek agar tidak bosan melakukan sosialisasi protokol kesehatan sekaligus turut mencegah penyebaran virus korona.

"Untuk itu dari gerakan yang sudah dilakukan Bonek dan Persebaya, saya yakin bisa berhasil mengurangi risiko penularan COVID-19," katanya.

Menurut dia, upaya pencegahan adalah strategi paling efektif dan diharapkan seluruh pihak tidak membiarkan masyarakat terpapar COVID-19. Ia bahkan memuji gerakan elemen suporter yang dilakukan secara masif, seperti Gerakan Sejuta Masker dan kampanye "Tri Wani" (tiga berani), yakni "wani bermasker"." wani cuci tangan", dan "wani jaga jarak".

Baca juga: Doni Monardo: Masih Ada Pihak yang Anggap COVID-19 sebagai Konspirasi

"Pesan bapak Presiden Joko Widodo dalam menghadapi pandemi COVID-19 adalah 20 persen medis dan 80 persen pencegahan. Nah, ujung tombak pencegahan adalah dari komunitas masyarakat itu sendiri," katanya.

Sementara itu, Presiden Persebaya Azrul Ananda menyampaikan Bonek sudah melakukan aksi-aksi kemanusiaan sejak lama, bahkan aktivitas melawan COVID-19 mulai Maret 2020.

"Bonek kalau frekuensinya sudah sama, maka mereka akan bergerak secara masif untuk mencapai tujuan yang diinginkan bersama, dan masing-masing komunitas adalah ujung tombak pencegahan COVID-19," katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: