Pantau Flash
OJK Yakin Kredit Bank di 2020 Tumbuh 4 Persen di Tengah Pandemi
10 Tewas dan Ratusan Terluka Akibat Ledakan Dahsyat di Ibu Kota Lebanon
Ledakan Besar Guncang Beirut Lebanon, Banyak Korban Berjatuhan
Erick Thohir Pastikan Vaksin COVID-19 Produksi Bio Farma Halal
Padat Karya Tunai Desa Diyakini Serap 5,2 Juta Tenaga Kerja

Polisi Tangkap Pelaku Pemalsuan Surat Hasil Tes Cepat COVID-19

Polisi Tangkap Pelaku Pemalsuan Surat Hasil Tes Cepat COVID-19 Kapolres Kotawaringin Barat AKBP E. Dharma B. Ginting didampingi Kepala KSOP Kumai Capt Wahyu dan Kasat Reskrim Polres Kobar AKP Rendra Aditya Dani serta Direktur RSUD Sultan Imanuddin dr Fahrudin dan Kepala Bandara Iskandar Zuber memperlihatkan barang bu

Pantau.com - Polisi menangkap lima pria diduga memalsukan surat hasil tes cepat deteksi COVID-19 untuk persyaratan pulang kampung melalui jalur laut.

"Surat dokumen yang dipalsukan adalah surat hasil tes cepat COVID-19 dengan mengatasnamakan RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun," kata Kapolres Kotawaringin Barat (Kobar) AKBP E. Dharma B. Ginting di Pangkalan Bun.

Pengungkapan kasus ini hasil kerja sama yang diawali oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan bekerja sama dengan KSOP Pelabuhan Kumai serta Pos Polisi Pelayanan Kawasan Pelabuhan.

Baca juga: Kabareskrim Angkat Bicara Soal Dugaan Surat Jalan Djoko Tjandra

Berawal dari kecurigaan terhadap 19 penumpang kapal laut yang menunjukkan surat hasil tes cepat COVID-19 dengan kop surat atas nama RSUD Sultan Imanuddin dengan nama dokter yang berbeda-beda.

Setelah dilakukan klarifikasi dan pendalaman, tim berhasil mengamankan sebanyak lima pelaku dengan peran berbeda-beda Saat ini kelimanya telah ditetapkan menjadi tersangka.

"Kelima tersangka tersebut berinisial AN, M serta S berperan sebagai koordinator para penumpang kapal, kemudian T sebagai orang yang memasarkan dan S sebagai pemilik percetakan sekaligus pembuat surat hasil tes cepat COVID-19 palsu," ucap Dharma.

Dharma menjelaskan kronologis kejadian berawal dari tersangka AN, M dan S yang meminta kepada tersangka T untuk dicarikan atau dibuatkan surat hasil tes cepat COVID-19. Kemudian tersangka T meminta kepada tersangka AN, M dan S untuk mengirimkan foto KTP para calon penumpang melalui pesan gambar.

Selanjutnya, tersangka T menghubungi tersangka S selaku pemilik percetakan untuk membuatkan surat hasil tes cepat COVID-19 palsu.

Surat  hasil tes cepat COVID-19 palsu tersebut dijual oleh tersangka T kepada AN, M dan S dengan harga Rp300 ribu per lembar.

Baca juga: Kakek Ini Kantongi Rp7 Juta dari Bansos dan Hasil Jual Sembako Sumbangan

Dari hasil penjualan tersebut, tersangka T sebagai pencari konsumen dan tersangka S sebagai pencetak surat mendapatkan bagian masing-masing Rp150 ribu dari setiap lembar surat yang terjual.

"Dari hasil penyidikan awal tersangka S mengaku telah memproduksi sebanyak 47 lembar surat hasil tes cepat COVID-19 palsu, namun saat ini barang bukti yang kami amankan baru sebanyak 19 lembar," tegas Dharma

Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dr Fachrudin menuturkan pemalsuan surat hasil tes cepat COVID-19 tersebut diketahui dari logo pemerintah daerah dan kop surat yang tidak sesuai.

Selain itu, nomor laboratorium dan registrasi surat yang tidak terdata, serta ketidaksesuaian nama dokter yang mengeluarkan surat.

Sementara itu, tersangka S menyebutkan surat hasil tes cepat COVID-19 palsu tersebut dibuatnya berdasarkan hasil copy paste surat hasil tes cepat COVID-19 asli milik salah seorang temannya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: