Pantau Flash
OJK Yakin Kredit Bank di 2020 Tumbuh 4 Persen di Tengah Pandemi
10 Tewas dan Ratusan Terluka Akibat Ledakan Dahsyat di Ibu Kota Lebanon
Ledakan Besar Guncang Beirut Lebanon, Banyak Korban Berjatuhan
Erick Thohir Pastikan Vaksin COVID-19 Produksi Bio Farma Halal
Padat Karya Tunai Desa Diyakini Serap 5,2 Juta Tenaga Kerja

Terungkap! Desa Lebih Disiplin Terapkan PSBB Ketimbang Kota Besar

Terungkap! Desa Lebih Disiplin Terapkan PSBB Ketimbang Kota Besar Ilustrasi penanganan COVID-19. Foto: Pixabay)

Pantau.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan desa-desa di berbagai daerah Tanah Air lebih berhasil dalam menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jika dibandingkan daerah perkotaan.

"PSBB yang terbaik itu adalah di desa," kata Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan melalui konferensi video yang di pantau di Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Keberhasilan penerapan PSBB di desa, ujar dia, dikarenakan masyarakat desa sudah bisa memantau orang yang betul-betul harus dipahami terkait antisipasi penyebaran virus korona atau COVID-19.

Baca juga: New Normal Indonesia: Kasus Penularan Naik, Tes Korona Jadi Ladang Bisnis

Selain itu, gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 menilai masyarakat di desa juga lebih patuh dan taat dalam menjalankan PSBB jika dibandingkan di daerah perkotaan.

Ia mengatakan selama empat bulan terakhir, pemerintah terus berupaya melakukan pencegahan penularan virus ke masyarakat. Pada awal-awal kejadian COVID-19, gugus tugas berusaha memahami kondisi di tengah masyarakat dan daerah dulu.

"Sekarang alhamdulillah tim pakar kita sudah bisa membuat empat zonasi yaitu merah, oranye, kuning dan hijau," ujarnya.

Baca juga: Hati-hati! Sarung Tangan Bisa Tularkan Virus Korona

Kemudian, gugus tugas juga melihat pola kebiasaan masyarakat melalui penilaian mandiri. Penilaian itu di antaranya meliputi perilaku tiap-tiap individu apakah membuatnya mudah tertular atau tidak.

"Atau setelah dia tertular mudah menularkan pada orang lain. Pertanyaan-pertanyaan sederhana kita lakukan melalui aplikasi inaRISK personal," kata dia.

Langkah selanjutnya ialah melihat apakah anggota keluarga individu tersebut memiliki risiko tertular atau malah menularkan pada orang lain. Terakhir, ia mengingatkan bahwa sampai sekarang ancaman virus korona tersebut masih ada. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: