Pantau Flash
Eks Bendum Demokrat M Nazaruddin Resmi Bebas Murni Hari Ini
Pemda Wajib Tutup Sekolah Lagi Jika Penularan COVID-19 Meningkat
Masker Kendalikan Pandemi Flu Spanyol di Jatim Era Perang Dunia I
Gelombang 4 Ditutup, Ini Tanggal Pendaftaran Kartu Pra-kerja Berikutnya
Menteri PPPA Ungkap UU Ketenagakerjaan Tumpang Tindih Soal ASI 6 Bulan

Tim Gabungan Temukan Barang Bukti dan Motif Baru di Kasus Novel Baswedan

Headline
Tim Gabungan Temukan Barang Bukti dan Motif Baru di Kasus Novel Baswedan Ilustrasi Novel Baswedan (Foto: Pantau.com/Amin H Al Bakki)

Pantau.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) DivHumas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan tim pakar gabungan investigasi menemukan temuan baru terkait penyidikan kasus Novel Baswedan.

Temuan itu, disebut berkaitan dengan barang bukti dan motif penyerangan. 

"(Temuan) Kaitan dengan barang bukti dan motif," ucap Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019).

Baca juga: Terungkap! Ini Identitas Jenderal Bintang 3 yang Diperiksa TGPF Novel

Meski demikian, Dedi mengatakan saat ini belum bisa memaparkan hasil temuan itu secara gamblang. Sebab, semua hasilnya akan dijelaskan secara merinci oleh tim pakar usai berkas laporan telah rampung.

"Saya belum tau secara detail. Nanti," ucap Dedi. 

Selain itu, Dedi juga menyebut bahwa tim pakar saat ini tak lagi melakukan investigasi kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK tersebut. Sebab, kini tim pakar hanya tinggal menyampaikan hasil penyidikan selama enam bulan tersebut.

Baca juga: Harapan Novel Baswedan Usai Masa Tugas TGPF Kasusnya Berakhir

Untuk diketahui, Novel Baswedan diserang oleh dua orang pengendara motor dengan cara menyiramkan air keras ke arah wajah pada 11 April 2017.

Insiden itu terjadi seusai Novel salat Subuh di Masjid Al-Ihsan, yang berada di sekitar kediamannya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kasus penyerangan itu telah berlalu selama lebih dari 800 hari. Namun hingga kini pihak kepolisian belum dapat membongkar sosok pelaku penyerang Novel.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Reporter
Rizky Adytia Pramana

Berita Terkait: