Pantau Flash
Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta Jadi Rujukan COVID-19
Wali Kota Bandung Minta Warga Waspadai Klaster Keluarga COVID-19
Kota Sukabumi Laporkan Kasus Kematian Pertama Akibat COVID-19
Kasus Baru Positif COVID-19 di Indonesia Hampir 5.000 per 25 September
Pembayaran Klaim Asuransi Terkait COVID-19 Capai Rp216 Miliar

Berkiprah 35 Tahun di Jalur Musik, Dwiki Dharmawan Raih Penghargaan

Berkiprah 35 Tahun di Jalur Musik, Dwiki Dharmawan Raih Penghargaan Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan penghargaan 'WIPO MEDAL FOR CREATIVITY 2018' kepada Dwiki Dharmawan. (Foto Istimewa)

Pantau.com - Komposer Dwiki Dharmawan meraih penghargaan 'WIPO MEDAL FOR CREATIVITY 2018' dari World Intellectual Property Organization (WIPO), atas 35 tahun kiprahnya di dunia musik, pada Kamis 26 April 2018. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, dalam acara Pembukaan Intellectual Property Expo dan Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia ke-18 tahun 2018.

Selama 35 tahun berkarya, Dwiki dikenal sebagai musisi serta komposer yang memiliki kekuatan musik tradisi nusantara dan telah tampil di pentas global lebih dari 70 negara.

Baca juga: Kolaborasi Bareng Musisi Luar Negeri, Glenn Fredly 'Comeback' Bikin Album Baru

Dwiki menyatakan sangat terharu dan tersanjung atas penghargaan yang diterima dari WIPO ini. Ia pun mendedikasikan penghargaan tersebut untuk seluruh musisi yang berjuang dalam bidang kekayaan intelektual.

"Penghargaan Ini bukan semata mata untuk saya, tetapi untuk semua teman-teman saya di seluruh Indonesia yang telah bergiat dan berjuang di jalur seni musik, serta berjuang dalam bidang Kekayaan Intelektual," papar Dwiki.

Baca juga: Kocak! Hotman Paris Pasrah Saat Didandani oleh Syahrini

Dwiki Dharmawan lahir di Bandung pada 19 Agustus 1966. Pada awal karirnya Dwiki dikenal sebagai salah satu pendiri grup musik Krakatau.  Pada tahun 1990, memutuskan untuk menekuni berbagai musik tradisi Indonesia, dimulai dengan eksplorasinya dengan musik Sunda, Aceh, Melayu, Jawa, Bali, Flores dan musik-musik Indonesia Timur lainnya.

Tim Pantau
Editor
Tommy Adi Wibowo

Berita Terkait: